Perkuat Nilai Nilai Kebangsaan di Tengah Tantangan Era Digitalisasi, PIPJATBANG Gelar Dialog Kebangsaan
CyberNews.my.id \\ Kabupaten Bekasi ___ Menyambut Hari Lahirnya Pancasila ke-8, Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG) menggelar acara Dialog Kebangsaan dengan mengusung tema “Memfaktakan Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia”. Kegiatan diselenggarakan di Museum Gedung Juang’45 Bekasi, jalan Sultan Hasanuddin Tambun Selatan Kabupaten Bekasi pada Sabtu (30/05/2026) malam. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur masyarakat, aparat pemerintahan, akademisi, hingga mahasiswa sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan era digital.
Ketua panitia kegiatan, Kumala Chandra Yuga S., S.Pd., M.T., mengatakan dipilihnya Gedung Juang ’45 sebagai lokasi acara karena memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Gedung Juang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Kami ingin semangat perjuangan itu kembali dihidupkan melalui penguatan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa direncanakan kembali digelar pada tahun mendatang dengan skala yang lebih besar, termasuk melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA.
“Pada malam ini kami juga melibatkan mahasiswa, di antaranya dari Universitas Bhayangkara dan Ibnu Khaldun, dengan harapan dapat semakin menguatkan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda,” katanya.
Acara dibuka oleh Camat Tambun Selatan yang diwakili Kasi PMD Kecamatan Tambun Selatan, Sumitra. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan identitas yang membedakan Indonesia dari bangsa lain.
“Negara lain tidak memiliki Pancasila. Dalam butir-butir Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang diyakini seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Ia berharap Pancasila sebagai jati diri bangsa dapat terus dipertahankan dan kegiatan dialog kebangsaan seperti itu dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Dialog kebangsaan bertajuk “Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Perekat Persatuan di Era Digital” itu menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti, S.H., M.H., Dr. Hj. Widiningsih, M.Pd., AKP Hari Santoso, S.H., M.Si., serta Danramil 01/Tambun Czi Sali. Adapun moderator kegiatan adalah Ipda Ni Wayan Mayasari, S.Psi.
Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Widiningsih menekankan pentingnya mengembalikan Pancasila kepada hakikatnya sebagai jati diri bangsa yang memadukan nilai keimanan dan kemanusiaan.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan kesadaran bahwa setiap tindakan manusia selalu berada dalam pengawasan Tuhan.
“Kita tidak boleh menyakiti sesama manusia. Semua harus berpedoman pada keimanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya.
Ia berharap penguatan nilai-nilai Pancasila dapat terus dilakukan secara teratur hingga menyasar anak-anak usia dini agar ke depan tidak lagi muncul perilaku bullying maupun intoleransi di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila sejatinya telah menyatu dengan nilai keimanan dan kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, implementasi Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan pendekatan humanis yang diterapkannya selama menjabat Kapolsek Tambun Selatan selama 16 bulan terakhir.
Wuryanti juga menyinggung program bank sampah yang pernah digagasnya sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Sampah memang terlihat persoalan sederhana, tetapi jika tidak dikelola dengan baik bisa memicu gangguan kamtibmas. Bahkan pernah terjadi warga saling baku hantam karena persoalan sampah,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Tambun Selatan serta seluruh unsur Forkopimcam dan stakeholder yang selama ini mendukung terciptanya situasi kondusif di wilayah tersebut.
“Nilai-nilai Pancasila itu sudah menjadi darah bagi kami ” katanya.
Pada kesempatan yang sama, AKP Hari Santoso mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial karena dapat berdampak terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurutnya, masyarakat harus menyadari bahwa di balik setiap akun media sosial terdapat manusia nyata yang memiliki perasaan sehingga penggunaan media sosial tidak boleh sampai menyakiti orang lain.
“Kita saat ini berada di era post-truth, ketika hoaks yang dibungkus kebencian bisa terdengar seperti kebenaran,” ujarnya.
Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan hal-hal positif, seperti membantu sesama melalui penggalangan dana maupun mempromosikan potensi wisata dan kuliner daerah.
“Mari gunakan jari-jari kita untuk hal-hal baik dan menciptakan konten kreatif yang positif,” katanya.
Senada dengan itu, Danramil 01/Tambun Czi Sali menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak hanya menjadi slogan semata.
Menurutnya, berbagai persoalan yang melibatkan generasi muda seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama melalui pendidikan karakter berbasis Pancasila.
“Tugas kita ke depan adalah bagaimana memulai pendidikan Pancasila dari rumah. Karena pengaruh negatif sangat mudah diserap anak-anak muda kita,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan dialog kebangsaan tersebut menjadi langkah positif dalam menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat luas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MWC NU Kecamatan Tambun Selatan KH Dede Ismail, perwakilan MUI Kecamatan Tambun Selatan KH Luthfi Mutawali, tokoh masyarakat Abah Atok, serta sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa.
Acara diselingi dengan pemberian bantuan kepada warga kurang mampu, lalu ditutup dengan pertunjukan pencak silat dari sejumlah padepokan. Ada juga live musik oleh social bandit yang menjadi pamungkas acara dengan membawakan lagu-lagu nasionalis. (Red)





