Dari Forum Nasional Menuju Desa Berdaya Saing, Hj. Tuti Elawati Bawa Semangat Inovasi untuk Kemajuan Lambangsari
Cybernews.my.id\\Kabupaten Bekasi ____ Komitmen untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang semakin maju, profesional, dan berpihak kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lambangsari, Hj. Tuti Elawati.
Hal itu terlihat nyata saat dirinya menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (DPP PABPDSI) Masa Bakti 2026–2032. Acara bergengsi ini dirangkaikan dengan Retret Nasional BPD yang berlangsung di Alun-Alun Pasanggrahan Pajajaran, Purwakarta, Senin (13/7/2026).
Penguatan Fungsi BPD di Kancah Nasional
Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi ajang strategis yang mempertemukan para insan BPD dari berbagai penjuru Indonesia. Fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun sinergi demi mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan.
Selama forum berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan penting, di antaranya:
Penguatan fungsi pengawasan anggaran dan kebijakan desa.
Peningkatan kapasitas legislasi dalam merancang Peraturan Desa (Perdes).
Pengembangan pola kemitraan yang harmonis antara BPD dan Pemerintah Desa.
Bagi Hj. Tuti Elawati, agenda ini bukan sekadar menghadiri kegiatan organisasi biasa, ini membawa misi besar untuk memperkaya wawasan dan membawa pulang gagasan segar yang dapat langsung diterapkan di Desa Lambangsari.
”Forum ini memberikan banyak inspirasi dan pembelajaran berharga. Kami semakin memahami bahwa BPD harus hadir sebagai penggerak kolaborasi, pengawal pembangunan, sekaligus mitra pemerintah desa dalam menciptakan kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hj. Tuti Elawati.
Gagasan Besar: Bidik Kolaborasi Strategis Bersama BRIN
Menatap masa depan Desa Lambangsari, Hj. Tuti menunjukkan visi modern dengan mendorong terjalinnya kerja sama strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurutnya, pembangunan desa di era modern tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional, melainkan harus berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia memiliki harapan besar agar Desa Lambangsari dapat menjadi desa binaan BRIN, sehingga program pembangunannya mendapat dukungan penuh berupa kajian ilmiah, penelitian, dan pendampingan dari para ahli.
Melalui kolaborasi dengan BRIN, beberapa terobosan yang dibidik untuk Lambangsari antara lain:
Ekonomi Kreatif: Pengembangan potensi lokal berbasis riset pasar.
Lingkungan Berkelanjutan: Pengelolaan limbah dan lingkungan yang lebih modern.
Digitalisasi Pelayanan: Efisiensi pelayanan publik bagi warga desa.
Pemberdayaan Masyarakat: Program peningkatan keterampilan yang tepat sasaran.
”Kami ingin Lambangsari menjadi desa yang terus bergerak maju, adaptif terhadap perkembangan zaman. Kolaborasi dengan BRIN menjadi salah satu cita-cita besar yang ingin kami perjuangkan bersama,” tegasnya optimis.
Putra-Putri Bekasi Masuk Jajaran Pengurus Pusat
Momen pelantikan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bekasi. Dari 143 pengurus DPP PABPDSI periode 2026–2032 yang resmi dilantik, empat putra-putri terbaik Kabupaten Bekasi dipercaya untuk masuk dalam jajaran kepengurusan inti tingkat nasional.
Berikut adalah nama-nama perwakilan Kabupaten Bekasi di DPP PABPDSI
1. Hj. Tuti Elawati – Kabupaten Bekasi
2. H. Karno – Kabupaten Bekasi
3. Dahroni – Kabupaten Bekasi
4. Salif Syaifulloh – Kabupaten Bekasi
Masuknya tokoh-tokoh tersebut menjadi bukti konkrit bahwa insan BPD Kabupaten Bekasi memiliki kapasitas, integritas, dan kontribusi yang diperhitungkan di tingkat nasional dalam mengawal pilar demokrasi desa.
Hj. Tuti berharap, nakhoda baru DPP PABPDSI ini mampu menjadi motor penggerak dalam mendorong lahirnya pemerintahan desa yang profesional, inovatif, dan responsif di seluruh Indonesia, khususnya di Desa Lambangsari.(Red)





