Purnawirawan TNI Subur Subangkit Siap Bertarung di Pilkades Lambangsari: Bawa Slogan “Tegak Lurus” hingga Garansi Nyawa
Cybernews.my.id\\Kabupaten Bekasi _____ Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, kian memanas menjelang hari pencoblosan pada 20 September 2026 mendatang. Di tengah sengitnya persaingan, sosok purnawirawan TNI sekaligus putra daerah asli, Subur Subangkit, hadir sebagai satu-satunya calon laki-laki yang siap menjajal kekuatan tiga kandidat perempuan lainnya untuk memperebutkan kursi kepemimpinan periode 2026–2034.
Maju dengan nomor urut 1, Subur mengusung slogan “Tegak Lurus, Beretika, dan Beradab”. Bagi dirinya, angka satu bukan sekadar identitas di lembar kertas suara, melainkan simbol tekad bulat untuk membawa perubahan nyata dan tata kelola pemerintahan yang transparan bagi warga Desa Lambangsari.
Dalam sesi wawancara di posko pemenangannya pada Rabu malam (9/9/2026), Subur menegaskan bahwa dorongan utamanya berlaga di Pilkades ini bertumpu pada niat tulus untuk beribadah dan mengabdi, bukan demi memburu kekuasaan apalagi memperkaya diri.
“Yang benar harus dibilang benar, yang salah ya harus dibilang salah. Saya sudah niatkan dalam konteks mencalonkan menjadi kepala desa ini, yang paling sederhananya adalah ibadah,” ujar Subur.
Ia menambahkan, anggaran dan program desa merupakan hak mutlak milik warga yang wajib disalurkan secara bertanggung jawab. Jika diberi amanah oleh masyarakat, ia berkomitmen menempatkan pelayanan publik di atas segalanya.
“Kita sebagai kepala desa, kewajiban kita menyalurkan itu dan melayani masyarakat. Ibaratnya, kita siap ‘disuruh’ oleh keluhan masyarakat,” tegasnya.
Komitmen paling mencolok ditunjukkan Subur saat menyoroti integritas pengelolaan anggaran desa. Menghindari praktik koruptif, ia menyampaikan pernyataan bernada sumpah untuk menjamin kejujurannya di hadapan publik dan Tuhan.
“Jangan mencari kekayaan dalam arti jabatan itu demi kepentingan diri kita sendiri. Saya sudah katakan, kalau saya menjadi kepala desa hingga sampai mengakali anggaran desa untuk kepentingan saya sendiri, jaminan nyawa saya sendiri dicabut oleh Allah SWT,” cetusnya secara lugas.
Guna memastikan seluruh proses kampanye dan tata kelola politiknya berjalan sesuai aturan hukum, Subur menggandeng penasihat hukum Suranto, S.E., S.H., CCD, beserta tim pemenangan. Kendati demikian, ia menyadari sepenuhnya bahwa penentu utama kemenangan bukanlah strategi media atau tim sukses, melainkan suara hati masyarakat.
“Warga masyarakat Desa Lambangsari-lah yang memegang kendali. Suara mereka akan menentukan siapa yang layak menerima amanah memimpin Lambangsari periode 2026–2034,” tuturnya.
Dengan membawa pesan utama “Lambangsari Bangkit, Lambangsari Sejahtera”, Subur mengajak warga untuk menilai para calon berdasarkan rekam jejak, keberanian, visi, dan rasa tanggung jawab.
Kini, keputusan berada penuh di tangan warga Lambangsari. Mampukah ketegasan sang purnawirawan TNI memenangkan hati masyarakat pada 20 September 2026 mendatang? Patut ditunggu hasilnya.(Red)





